Telur Ayam
Telur Ayam

Telur HE atau Hatched Eggs adalah telur yang berasal dari perusahaan pembibitan atau breeding (perusahaan yang melakukan pembibitan ayam). Telur HE merupakan telur yang tidak dapat menetas menjadi anakan ayam.

Telur HE merujuk pada telur yang tidak digunakan atau produk yang tidak dipakai pada usaha pembibitan dari perusahaan breeding untuk pembibitan anak ayam day old chick (DOC) ayam broiller atau ayam pedaging.

Telur infertil merupakan salah satu jenis dari telur HE. Telur Infertil adalah telur yang dibuang atau residu dari proses breeding pembibitan ayam broiler. Atau bahasa awamnya adalah telur yang tidak bisa ditetaskan menjadi anak ayam karena infertil.

Selain dari telur ayam yang infertil, Telur HE juga berasal dari telur fertil (telur yang sudah dibuahi oleh pejantan) namun tidak ditetaskan oleh perusahaan breeding.

Alasan perusahaan breeding untuk tidak menetaskan telur fertil adalah karena suplai anakan ayam (DOC) sudah terlalu banyak, sehingga biaya menetaskan telur lebih mahal dari harga jual DOC.

Apa Itu Telur Infertil, Apa ciri-ciri dari telur Infertil?

Seperti yang telah diungkapkan diatas, telur infertil adalah telur yang dibuang atau residu dari breeding ayam. Atau telur yang tidak dapat ditetaskan menjadi bibit anak ayam.

Ciri-ciri dari telur infertil adalah telur ini memiliki ciri fisik cangkang telur berwarna pucat atau putih. Sementara telur ayam negeri memiliki warna agak kecoklatan.

Paling gampang bedakannya, kalau ciri telur HE itu warnanya pucat. Kalau telur biasa kan warnanya agak cokelat. Memang telur ayam negeri juga ada yang putih, itu biasanya berasal dari ayam yang sakit, tapi itu jumlahnya sedikit.

Telur infertil dilarang dijual di pasar

Selain itu, dari sisi harga, telur ayam infertil ini sangat murah. Harganya hanya berada di kisaran Rp 7.000 sampai Rp 10.000 per kg, jauh di bawah harga telur ayam ras yang umumnya dijual di pasar di atas Rp 20.000 per kg.

Murah karena telur ini harus segera cepat dijual, karena dia akan cepat busuk dalam seminggu. Makanya dijual sangat murah. Dari sisi kualitas juga kurang. Telur HE harusnya dimusnahkan atau untuk CSR perusahaan.

Selain itu, ciri telur infertil, cangkang telur infertil biasanya lebih tipis ketimbang telur ayam ras pada umumnya ( ciri telur ayam infertil).

Ukuran telur HE dan telur ayam negeri pun hampir sama, dan tak ada perbedaan rasa ketika sudah dimasak untuk dikonsumsi.

Kendati demikian, berbeda dengan telur ayam negeri, telur HE lebih cepat membusuk, biasanya setelah lewat satu minggu.

Ini karena telur HE berasal dari ayam yang telah dibuahi pejantan. Selain itu, telur HE biasanya sudah beberapa hari tersimpan di tempat penyimpanan maupun mesin tetas perusahaan.

Faktor inilah yang membuat telur HE harganya jauh lebih murah dibandingkan telur ayam ras yang bisa dijual pedagang di pasar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here