Beranda Kesehatan Cara Mudah Andrew Hidayat Menyimpan Madu yang Baik dan Benar

Cara Mudah Andrew Hidayat Menyimpan Madu yang Baik dan Benar

42
0
Cara Mudah Andrew Hidayat Menyimpan Madu yang Baik dan Benar
Cara Mudah Andrew Hidayat Menyimpan Madu yang Baik dan Benar

ZERO.id – Cara Mudah Andrew Hidayat Menyimpan Madu yang Baik dan Benar. Madu merupakan nutrisi yang dihasilkan oleh lebah dengan kandungannya yang mempunyai segudang manfaat.

Ternyata apabila disimpan secara tepat madu dapat awet bertahan hingga satu atau sampai dua tahun tanpa mengalami kerusakan dan penurunan kwalitas.

Dibawah ini Andrew Hidayat memberikan tips untuk penyimpanan madu yang baik dan benar seperti apa, sebagai berikut :

1. Jangan menyimpan madu pada wadah atau kemasan yang terbuka, karena madu memiliki sifat higroskopis yang akan menarik kelembaban udara dan air disekitarnya.

Menurut Andrew Hidayat, hal ini bisa mengakibatkan meningkatnya kadar air dalam madu menjadi tinggi dan akhirnya membuat madu menjadi lebih cepat berfermentasi.

Proses fermentasi ini menyebabkan madu menjadi lebih encer, beralkohol, serta mengeluarkan gas sehingga kualitas unsur kandungan enzim dan kimiawi pada madu menjadi turun bahkan rusak.

2. Usahakan menyimpan madu pada suhu ruangan ideal sekitar 22-30 derajat celcius dengan kelembapan udara kurang dari 65%. sehingga hindarkan madu dari ruangan yang terkena sinar matahari langsung karena madu memiliki sifat anti bakteri yang mampu menjaganya agar tetap awet selama bertahun-tahun. Jika terkena panas, sifat anti bakteri ini akan lenyap sehingga tingkat keawetan madu akan berkurang.

3. Kemasan terbaik untuk madu menurut Andrew Hidayat adalah botol kaca yang berwarna gelap, untuk menghindari kontak langsung dengan paparan cahaya ultraviolet atau sinar matahari.

Dan sebagai alternatif lain boleh menggunakan botol plastik yang aman berstandard food grade seperti jenis botol PP5 atau HDPE murni yang mempunyai simbol sendok garpu pada bawah kemasan botol.

Alasan berstandar food grade diharapkan untuk menghindari kontaminasi yang tidak diinginkan antara kandungan kimiawi kemasan dengan madu, yang berakibat dapat menghasilkan unsur lain yang bersifat toksin.

Ketika madu dalam kemasan sudah terkontaminasi tidak hanya menurunkan kualitas madu itu sendiri bahkan membuat madu sudah tidak layak untuk dikonsumsi lagi. Karena tidak jarang dipasaran didapatkan produk madu dikemas pada botol-botol yang tidak berstandard aman untuk dipakai pada makanan.

4. Pastikan wadah yang dijadikan kemasan madu sudah steril baik dengan cara dicuci telebih dahulu, direbus dan dikeringkan hingga benar-benar kering.

Serta hindarkan dari bahan-bahan yang berbau tajam, karna tidak menutup kemungkinan madu dapat menyerap bebauan.

5. Dan terakhir setelah ke 4 langkah diatas sudah dilakukan, maka sangat tidak perlu menyimpan madu didalam kulkas. Karena penyimpanan madu pada kulkas mengakibatkan viskositas dan Granulasi.

Viskositas yaitu derajat kekentalan suatu zat yang dipengaruhi oleh dua zat yang berbeda kekentalan, suhu dan koloid. Dalam kasus madu ini apabila madu dalam kondisi suhu ruangan (22 – 27 derajat celcius), maka glukosa yang ada dalam madu akan diikat oleh air sehingga terlihat agak encer. Akan tetapi apabila semakin rendah suhu tersebut, justru akan terjadi sebaliknya yaitu air yang ada didalam madu tersebut yang diikat oleh glukosa. Sehingga penampilan madu seakan berobah menjadi sangat kental.

Adakalanya pada dasar botol akan terlihat berupa butiran kristal yang menunjukkan terjadinya pembekuan air, hal ini terjadi karena glukosa tidak mampu untuk mengikat seluruh air yang terdapat dalam madu sehingga air tersebut mengalami pembekuan di dalam madu, hal ini bisa terjadi apabila volume air yang ada dalam madu ternyata lebih besar dari jumlah air yang mampu diikat oleh glukosa.

Sedangkan Granulasi merupakan proses pembentukan butiran-butiran kecil (kristal) yang berisi cairan sel. Granulasi terjadi di mana kadar glukosa dalam madu lebih tinggi dibanding fruktosa, oleh sebab itu madu menghasilkan kristal-kristal yang lembut.

Adapun Granulasi terjadi apabila madu terlalu lama (sampai berbulan-bulan) disimpan didalam kulkas/freezer dengan cara penyimpanannya yang tidak benar. Apabila terjadi granulasi, madu akan terlihat seperti membeku dan Warna nya pun berubah menjadi cream seperti ada campuran tepung didalamnya.

Anda jangan terburu buru menghukum kalau madu ini palsu, karena dalam hal ini telah terjadi perubahan fisika, yaitu berobahnya wujud suatu zat tanpa merobah sifatnya. Untuk menghilangkan kristal atau granulasi madu, bukalah tutup botolnya lalu rendam dalam air hangat bersuhu 60 derajat Celcius hingga madu mencair atau kembali kepada kondisi semula. Setelah kristalnya hilang, madu dapat dikonsumsi tanpa khawatir kehilangan khasiatnya. (Andrew Hidayat/ZEROid)

Penulis: Andrew Hidayat 
Instagram Andrew Hidayat
Pinterest Andrew Hidayat
Twitter Andrew Hidayat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here