Beranda News Mertua Cabut Laporan Usai Lihat Alat Kelamin Menantu yang ‘Terlalu Besar’

Mertua Cabut Laporan Usai Lihat Alat Kelamin Menantu yang ‘Terlalu Besar’

52
0
Proses damai dugaan pembunuhan di Probolinggo
Proses damai dugaan pembunuhan di Probolinggo

ZERO.id – Mertua Cabut Laporan Usai Lihat Alat Kelamin Menantu yang ‘Terlalu Besar’. Seorang mertua di Probolinggo melaporkan menantunya ke polisi karena diduga menjadi penyebab kematian sang putri lantaran memiliki ukuran kelamin terlalu besar. Namun dugaan tersebut tidak terbukti, karena pada kenyataannya ukuran alat kelamin sang menantu terbilang normal. (Baca juga: Berita Andrew Hidayat)

Rabu (20/3), polisi mendatangi pelapor yakni Nedi Sito (55), Warga Dusun Brukan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Ia merupakan ayah dari Jumantri, perempuan yang meninggal yang dikatakan kematiannya karena ukuran alat kelamin suaminta, Barsah, terlalu besar.

Baca juga: Diduga Akibat Alat Kelamin Terlalu Besar Sebabkan Istri Meninggal, Ini Faktanya

Selain mengumpulkan keluarga korban, polisi juga memanggil sang menantu yang dilaporkan, Barsah. Pertemuan keduanya disaksikan Kades Maron Kidul, Ridwanto

Agar fakta terungkap, Barsah diminta menunjukkan kelaminnya di hadapan petugas. Yang disaksikan pihak keluarga dan kades setempat. Dalam pembuktian tersebut, semua pihak sepakat bahwa ukuran alat kelamin terlapor normal seperti pria pada umumnya.

“Setelah difasilitasi antara pelapor dan terlapor, dan melihat secara langsung ukuran alat kelamin yang dikira besar, ternyata ukuran standar orang Asia, jadi saat itu juga mertua mencabut laporannya dan saling memaafkan.” kata Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto, Rabu (27/3/2019).

Baca juga: Bukan Kelamin Suami Terlalu Besar, Kematian Istri di Probolinggo karena Ini

Nedi meminta maaf pada Barsah karena sebelumnya mempercayai isu yang beredar terkait penyebab kematian sang putri. Kini pihak keluarga lega dan percaya bahwa Jumantri meninggal karena menderita epilesi. Gangguan neurologis jangka panjang itu dideritanya sejak usia 14 tahun.

Pada 25 Februari 2019 lalu, Nedi melaporkan Barsah setelah mendengar kabar yang beredar terkait kematian Jumantri. Kabar tersebut menyatakan bahwa kematian perempuan tersebut disebabkan ukuran alat kelamin Barsah yang terlalu besar. Nedi begitu gampang termakan isu tersebut, terlebih karena ia tahu bahwa sang putri meninggal setelah melakukan hubungan intim dengan Barsah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here