ZERO.idTabungan Winda Earl 20 Miliar Raib di Maybank. Winda D. Lunardi alias Winda Earl yang merupakan atlet e-sport, menyambangi Bareskrim Polri guna mengetahui perkembangan penyidikan kasus dugaan perbankan yang menimpa dirinya. Uang Winda Earl dan ibunya raib sekitar Rp 20 miliar di dua rekening Maybank.

“Saya datang ke sini untuk melihat perkembangan laporan yang saya ajukan perihal uang saya yang hilang di Maybank,” kata Winda, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (5/11).

Atas peristiwa tersebut Winda Earl dan keluarganya meraas sangat terpukul dan berharap mendapatkan perlindungan dan keadilan terhadap setiap nasabah bank yang sudah memberikan kepercayaaan mereka kepada bank untuk menjaga tabungan yang mereka miliki. Winda Earl berharap uang mereka dapat segera dikembalikan ke rekening mereka oleh Maybank.

“Saya ingin uang saya kembali, itu uang hak saya. Karena bagi saya itu uang besar. Ini tabungan masa depan,” tuturnya.

Joey Pattinasarany yang merupakan kuasa hukum Winda menjelaskan bahwa Winda dan ibundanya diketahui menabung di Maybank sejak tahun 2015 dalam dua rekening yang terpisah.

Jika ditotal hingga tahun 2020 ini semestinya uang di rekening keduanya mencapai Rp 20 miliar.

“Totalnya Rp 20 miliar dengan rincian (tabungan) Winda Rp 15 miliar, ibunya Rp 5 miliar,” katanya.

Namun rekening tabungan keduanya raib dan hanya tersisa Rp 17 juta di rekening Floletta dan Rp 600 ribu di rekening Winda Earl. Winda dan ibundanya mengetahui uangnya hilang setelah Floletta ingin melakukan penarikan dana di Maybank pada bulan Februari 2020. Penarikan uang ini ditolak oleh Maybank dengan alasan saldo yang dimiliki oleh Floletta tidak cukup untuk melakukan penarikan.

“Pas dicek, rekening ibunya tinggal Rp 17 juta. Rekening Winda cuma sisa Rp 600 ribu,” tuturnya.

Korban telah berupaya untuk meminta kejelasan terhadap uangnya yang hilang dengan mendatangi dan membuat laporan resmi di kantor Maybank pada Febuari dan Maret 2020, akan tetapi hingga saat ini dari pihak Maybank tidak ada iktikad baik untuk mengembalikan uang yang hilang kepada Winda dan Floletta.

“Tidak ada iktikad baik (dari Maybank), Ibu Floletta minta ketemu Direksi Maybank bahas pengembalian uang tapi tidak ada respon. Pertama, ditanggapi. Kedua, malah dibalas dengan surat yang isinya permasalahan sudah selesai,” katanya.

Setelah beberapa bulan tidak ada kejelasan dari pihak Maybank, akhirnya korban membuat laporan polisi pada Mei 2020 ke Bareskrim Polri. “Statusnya laporan dari penyelidikan naik ke penyidikan per Oktober 2020,” demikian Joey.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here