Beranda Lifestyle Ternyata Stres Juga dapat Munculkan Kreatifitas

Ternyata Stres Juga dapat Munculkan Kreatifitas

85
0
Ternyata Stres Juga dapat Munculkan Kreatifitas - Andrew Hidayat (AndrewHidayat.com)
Ternyata Stres Juga dapat Munculkan Kreatifitas – Andrew Hidayat (AndrewHidayat.com)

ZERO.id – Ternyata Stres Juga dapat Munculkan Kreatifitas. Stres seakan menjadi keniscayaan kehidupan manusia  modern. (Baca:  3 Cara Andrew Hidayat Menata Ruang Tamu Yang Sempit Agar Terlihat Indah)

Tekanan pekerjaan, mobilitas tinggi, rumitnya persoalan, konvergensi teknologi hingga faktor lain yang muncul begitu saja tidak dikehendaki.

Stres pun menjadi kata yang sangat akrab di telinga Andrew Hidayat sehari-hari. Ungkapan tetangga, teman di kantor mulai level staf, midel staf hingga seorang bos. Mulai  orang yang super sibuk, hingga orang-orang yang sama sekali belum memiliki pekerjaan.

Baca Juga: 

Tentu saja penyebab stres berbeda. Jika seorang pegawai stres karena tutuntutan pekerjaan, target penjualan tinggi, deadline suatu proyek, lain halnya dengan stres seseorang yang tidak bekerja atau baru saja kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Namun dampak kedunya sama, stress.

Dengan demikian stres bisa menjangkit semua orang, tak pandang bulu. Dengan demikian, sebagai manusia yang memiliki emosi, bukan bagaimana kita menghilangkan penyebab stres, melainkan mesti dicari dan melatih diri bagaimana mengendalikan melalui respon yang tepat terhadap stres.

Baca juga: Tangani Autis dengan Terapi Dini Terpadu dan Intensif

Sehingga stres akan memunculkan daya ungkit, tanpa kehilangan orentasi baik dalam produktifitas kerja maupun sikap keseharian.

Menurut Andrew Hidayat, Secara definitif stres dapat diartikan sebagai “tekanan”. Kita sering mendengar istilahstresing, artinya “tekanan, atau sedang tertekan”.

Stres merupakan gejala normal sebagai  respon psikilogis manusia. Para ahli menyebutkan, stres merupakan kekuatan yang mendesak atau mencekam yang menimbulkan suatu ketegangan dalam diri seseorang.

Baca juga: Tanaman Obat Tradisional Untuk Menjaga Kesehatan Tulang

Stres juga diartikan sebagai reaksi tubuh terhadap situasai yang menimbulkan tekanan ketegangan emosi dan lain sebagainya.

Dampak stres bisa berkibat negatif atau positif. Stephen S, seorang penulis kepribadian menyebutkan jenis stres ini dengan “stres kelesuan” dan “stres produktif”.

Meskipun dalam bukunya dia fokus membahas gejala stres pada bidang sales person, namun istilah ini sangat relevan dengan setiap kasus stres.

Baca juga: Jangan Salah! Ini Manfaat 3 Jenis Gingseng Joss Berikut

Pertama, stres dapat menyebabkan kelesuan. Ini terjadi bila seseorang membuat interpretasi buruk terhadap peristiwa penyebab stres. Penjualan anjlok tak sesuai target, kehilangan kekayaan, kerugian besar, masalah keluarga misalnya, lantas tidak dicari penyebab dan solusinya.

Kalaupun dicari penyebab mengapa terjadi, malah mencari sesuatu dengan yang tidak ada sangkut pautnya. Istilah kita, dengan berusaha mencari “kambing hitam” atau menyalahkan pihak lain.

Stres kelesuan menyebabkan seseorang termenung berdiam diri tanpa mengambil langkah konstrukstif, tanpa mencari celah dalam situsi sempit meski peluang bisa saja berada di depan mata.

Baca juga: Manfaat kersen keres untuk kesehatan

Kedua, “stres kreatif”.  Stres kreatif menimbulkan pertanyaIni terjadi bila “tekanan atau tuntutan” menimbulkan seseorang lebih kreatif dalam menciptkan solusi.an-pertanyaan penting  untuk mencari jawabannya dan solusi tepat.

Bila target perusahaan bulan atau tahun tak tercapai, “si stres kreatif” akan mencari penyabab utama untuk perbaikkan. Apakah tim kurang solid, cara promosi kurang tepat atau faktor lain yang sebeanrnya masih dapat dihindari.

Respon kedua di atas sebenarnya bisa terjadi pada setiap orang, meskipun tidak semua orang dapat melakukannya, tanpa berlatih dan terus menerus dipelajari sepanjang hidup.

Baca juga: Ini Alasan Jangan Minum Air Putih Setelah Makan Pedas

Tips Mengelola Stres dan Tekanan

Seperti disebutkan di muka bahwa stres merupakan gejala normal sebagai respon atas “ancaman” terhadap diri seseorang. Bagaimana cara merspon tekanan itu terkait dengan asfek mental, emosianal bahkan kondisi fisik kita.

Berikut ini upaya merelaksasi stres. Setidaknya, ini upaya awal dalam melatih diri secara terus menerus sehingga tekanan yang terjadi menimbulkan “Stres Kreatif”, baik dalam urusan pribadi, keluarga bahkan perusahaan.

Canadian Mental Healt seperti dikutif Stephan S dalam buku “Sales Hebat Pribadi Hebat”, menyebutkan, upaya untuk mengelola stres, sebagai berikut:

Baca juga: Menjadi Freelancer Apakah Kita Bisa

  1. Pahami setiap gejala stres, karena setiap gejala stres itu unik
  2. Perhatikan gaya anda, apa yang dapat diubah baik itu dalam lingkungan kerja, keluarga maupun skedul kita
  3. Gunakan teknik relaksasi, seperti meditasi, mengelola pernafasan atau pijat
  4. Rutin melakukan aktifits fisik. Cara ini diyakini sebagai cara paling efektif
  5. Lakukan menajamen waktu yang baik.  Buatlah skala prioritas dan sangat esinsial sehingga bekerja lebih efektif.
  6. Perhatikan gaya konsumsi. Diet seimbangdengan konsumsi buah-buahan, sayur-mayur, biji-bijian serta makanan yang membantu mewujudkan kesehatan prima.
  7. Istrahatlah dan tidur yang cukup.
  8. Jangan menyendiri.  Bersosialisasilah, berbincang dengan keluarga, tetangga atau bahkan konsultan profesional menyangkut persoalan yang dihadapi.
  9. Tinggalkan kesibukan sesaat. Dengan membaca buku, nonton film atau beriwsata. Carilah sesuatu yang lucu yang membuat anda terhibur dan menyenangkan.
  10. Hindari marah-marah, hindari perselisihan atau anda harus mengalah.
  11. Jangan mencoba menjadi “manusia sempurna”.
  12. Jangan terlalu kompetitif dan lakukan gerakan pertama dengan sikap bersahabat.

(Andrew Hidayat/ZERO.id)

Penulis: Pengalaman Andrew Hidayat
Instagram Andrew Hidayat
Pinterest Andrew Hidayat
Twitter Andrew Hidayat

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here